Skenario Israel Dibalik Jatuhnya Presiden Mesir Mohammad Mursi

Di awal Arab Spring yang terjadi di Mesir 2011 lalu, saya menganalisis bahwa Israel adalah dalang di belakang Arab Spring. Tujuan Israel adalah menciptakan negara-negara Arab yang bermusuhan terhadap Israel dan membahayakan eksistensi Israel. (Baca: “Kebangkitan” Arab Adalah Jalan Bagi Berdirinya Israel Raya dan Munculnya Dajjal). Apabila tujuan ini tercapai, akan bisa dijadikan alasan oleh Israel untuk memerangi negara-negara yang telah dikuasai oleh kelompok Islam anti-Israel dengan menggunakan doktrin pre-emptive strike.

Lalu timbul pertanyaan, jika memang itu yang diinginkan oleh Israel, mengapa sekarang Presiden Mursi dijatuhkan, bahkan sejumlah petinggi Ikhwanul Muslimin ditangkapi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, menurut saya Israel sepertinya memiliki dua skenario. Skenario manapun yang nantinya berhasil, Israel tetap diuntungkan.

Skenario Pertama: Menciptakan Pemerintahan Yang Garang Terhadap Israel

Kelompok Islam Anti Israel yang didominasi oleh Ikhwanul Muslimin dan Salafi pada akhirnya memenangi pemilu Mesir dan menempatkan Muhammad Mursi sebagai Presiden Mesir. Rencana Israel sepertinya mulai menunjukkan hasilnya.

Namun kenyataan ternyata berbicara lain (atau memang sengaja dibuat demikian?). Mesir yang telah dikuasai oleh kelompok Islam yang selama ini anti-Israel, ternyata justru menunjukkan sikap yang bersahabat dengan Israel dan AS.

Menlu AS Hillary Clinton langsung mengunjungi Mursi 14 hari setelah ia dilantik sebagai Presiden. Hubungan Mesir-AS pun tetap normal.  Pemerintah Mesir yang seharusnya anti-riba justru bertemu dengan IMF untuk mendapatkan pinjaman ribawi.

Pemerintah Mesir juga tetap menghormati perjanjian Camp David, sehingga posisi Mesir terhadap isu Palestina tidak banyak berubah. Dengan kata lain, Mesir tidak menunjukkan wajah yang garang sebagaimana yang diinginkan oleh Israel.

Skenario Kedua: Menciptakan Perang Sipil Di Mesir

Jika skenario pertama gagal (Mesir tetap bersahabat dengan Israel) maka kelompok Islam yang sedang berkuasa harus diturunkan dengan cara inkonstitusional. Dengan harapan, hal ini akan memancing kelompok Islam untuk memberontak terhadap kelompok yang mengambil alih pemerintahan secara inkonstitusional tadi.

Jika ini terjadi, maka Mesir akan mengalami kehancuran secara militer dan ekonomi. Setelah Mesir berada pada posisi yang lemah inilah nantinya Israel akan mudah menyerang dan menduduki Mesir untuk kemudian meletakkan garis batas pertama dari teritorial Israel Raya, yakni Sungai Nil.

The Great Israel MapMeskipun skenario pertama gagal, namun ia tetap memberikan keuntungan bagi Israel karena bisa dijadikan pondasi bagi suksesnya skenario kedua. Alasan untuk bisa terciptanya perang sipil tidak akan ada jika kelompok Islam tidak dibiarkan berkuasa terlebih dahulu, untuk kemudian dijatuhkan secara inkonstitusional.

Selain itu, bisa jadi Israel memang sejak awal menginginkan Mesir terus terpuruk dalam krisis bahkan perang sipil. Karena hal ini lebih memudahkan pekerjaan Israel nantinya bilamana tiba waktunya untuk mencaplok Mesir.

Jika Mursi dan kelompok Islam tetap dipertahankan pada posisinya dan kemudian ternyata menunjukkan wajah garang mereka dalam rentang 4 tahun masa jabatan Mursi, maka Israel akan berhadapan dengan Mesir yang relatif masih kuat dibandingkan dengan Mesir yang telah terkuras energinya oleh krisis internal. Sehingga bisa disimpulkan skenario 1 dan 2 sebenarnya hanyalah bagian dari satu skenario utama.

Bagaimana jika kelompok Islam ternyata tidak terpancing oleh skenario kedua?

Jika demikian yang terjadi, maka Israel kemungkinan besar tidak akan tinggal diam. Agen-agen Israel akan melakukan false-flag operation di sejumlah wilayah di Mesir yang mengesankan kelompok Islam telah melakukan aksi-aksi kekerasan. Pemerintah Mesir akan terpancing untuk mengirim pasukan ke wilayah-wilayah yang “memanas” tersebut.

Propaganda media pun akan dijalankan, dimana media mainstream akan menayangkan “kelompok pemberontak” (baca:agen Israel) sedang beraksi. Selanjutnya media akan menayangkan mobilisasi militer Mesir untuk memerangi pemberontak. Berikutnya akan disebarkanlah gambar-gambar dan video-video palsu ala hollywood melalui jejaring sosial yang menampilkan kekejaman tentara Mesir terhadap pemberontak dan penduduk sipil.(Contoh propaganda media di Suriah: https://www.dropbox.com/s/57leve7b1vxa8xw/Pemalsuan%20data%20konflik%20syria2.pdf)

Kelompok-kelompok Islam yang asli akan percaya terhadap propaganda media tadi. Keluarlah seruan jihad dari negara-negara Arab untuk membantu “saudara” mereka yang tertindas di Mesir. Jadilah sekarang Mesir sebagai Suriah ke-2.

Wallahu’alambisshowab.

This entry was posted in Peristiwa Dunia. Bookmark the permalink.

Comments

  1. [...] ← Skenario Israel Dibalik Jatuhnya Presiden Mesir Mohammad Mursi [...]

  2. [...] Hari ini, situs berita maannews.net memberitakan militer Mesir sedang mempersiapkan Operasi Sinai untuk meredam aksi-aksi kekerasan yang semakin bergejolak di Sinai. (Baca: Egypt army ‘preparing for Sinai operation’). Sepertinya perang sipil/sectarian di Mesir tidak dapat dihindarkan. Situasi yg berkembang persis seperti skenario yg saya tulis sebelumnya. (Skenario Israel Dibalik Jatuhnya Presiden Mesir Mohammad Mursi). [...]